Kamis, 18 Februari 2021

FILSAFAT BARAT

                                                                             BAB 1

PENDAHULUAN

 

 A. Latar Belakang

Dalam menghadapi seluruh kenyataan dalam hidupnya, manusia senatiasa terkagum atas apa yang dilihatnya. Manusia ragu-ragu apakah ia tidak ditipu oleh panca-inderanya, dan mulai menyadari keterbatasannya. Dalam situasi itu banyak yang berpaling kepada agama atau kepercayaan Ilahiah.

Tetapi sudah sejak awal sejarah, ternyata sikap iman penuh taqwa itu tidak menahan manusia menggunakan akal budi dan fikirannya untuk mencari tahu apa sebenarnya yang ada dibalik segala kenyataan (realitas) itu. Proses itu mencari tahu dan ahirnya menghasilkan kesadaran, yang disebut pencerahan. Jika proses itu memiliki ciri-ciri metodis, sistematis dan koheren, dan cara mendapatkannya dapat dipertanggung-jawabkan, maka lahirlah ilmu pengetahuan.

B. Rumusan Masalah

Agar pembahasan didalam makalah kami mudah dipahami, maka kami akan membatasi pembahasan dalam makalah kami, yaitu :

1.  Apa yang dimaksud dengan filsafat barat?

2. Siapa saja tokoh-tokoh filsafat barat?

3. awal terjadin ya periode awal,tengah dan akhir?

c. Tujuan Pembahasan

1.    Untuk menjelaskan pengertian dari filsafat barat.

2.    Menjelaskan tokoh-tokoh filsafat barat

3.     menjelaskan periode awal,periode tengah,periode akhir.

 

 

Bab 2

Pembahasan

Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar.filsafat didalami dengan melakukan eksperimen dan percobaan,tapi juga mengutarakan masalah secara persis,dan memberi solusi serta memberikan argumentasi dan alas an yang tepat untuk solusi tertentu.untuk studi filsafat mutlak diperlukanlogika berpikir dan logika bahasa.

A.FILSAFAT BARAT

      Filsafat barat  adalah sebutan yang digunakan untuk pemikiran pemikiran filsafat dalam dunia  barat atau occidental.pada umumnya filsafat terbagi menjadi dua bagian yaitu filsafat barat dan filsafat timur.dan filsafat barat beda dnegan filsafat timur atau oriental.

Permulaan dari sebutan filsafat barat ini dari keinginan untuk mengarah ke pada pemikiran atau filsafah peradabaan barat.

Tokoh utama filsafat barat antara lain plato,Thomas Aquinas,tene fescartes, Immanuel kant,Arthur Schopenhauer,karl heinrich marx,friedrich Nietzsche,jean-paul Sartre.

Dalam tradisi filsafat barat di Indonesia sendiri yang notabenenya adalah bekas jajahan bangsa eropa-belanda,dikenal dengan adanya pembidangan filsafat yang menyangkut tema tertentu.tema -tema tersebut adalah ontology,epistemology,dan aksiologi.

a. Tema ontology

Ontology membahas tentang masalah”keberadaan” sesuatu yang dapat dilihat  dan di bedakan secara empiris misalnya tentang keberadaan alam semesta,makhluk hidup,atau tata surya.

 

b. Tema epistemology

Berasal dari kata yunani yaitu episteme yang berarti pengetahuan dan logos yang berarti kata/pembicaraan/ilmu.ilmu ini termasuk salah satu yang paling sering diperdebatkan dan dibahas dalam bidang filsafat,contoh tentang apa itu pengetahuan,bagaimana karakteristiknya,macamnya serta hubungan kebenaran dan keyakinan.

Epistemologi atau Teori Pengetahuan yang berhubungan dengan hakikat dari ilmu pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh setiap manusia. Pengetahuan tersebut diperoleh manusia melalui akal dan panca indera dengan berbagai metode, diantaranya; metode induktif, metode deduktif, metode positivisme, metode kontemplatis dan metode dialektis.

 

 

 

 

c. Tema aksiologi

Merupakan cabang filsafat ilmu yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya,aksiologi berasal dari bahasa yunani yaitu axion yang berarti nilai dan logos yang berarti teori tentang nilai.

 

B. Tokoh - Tokoh filsafat barat

   

1.        Plato

Plato lahir sekitar 427 SM - meninggal sekitar 347 SM, dia adalah seorang filsuf dan matematikawan Yunani, dan pendiri dari Akademi Platonik di Athena, sekolah tingkat tinggi pertama di dunia barat. Ia adalah murid Socrates. Pemikiran Plato pun banyak dipengaruhi oleh Socrates. Plato adalah guru dari Aristoteles. Karyanya yang paling terkenal ialah Republik (dalam bahasa Yunani Πολιτεία atau Politeia, "negeri") yang di dalamnya berisi uraian garis besar pandangannya pada keadaan "ideal". Dia juga menulis 'Hukum' dan banyak dialog di mana Socrates adalah peserta utama. Salah satu perumpamaan Plato yang termasyhur adalah perumpaan tentang orang di gua.  Cicero mengatakan Plato scribend est mortuus (Plato meninggal ketika sedang menulis).

2.        Thomas Aquinas

Aquinas dilahirkan di Roccasecca dekat Napoli, Italia dalam keluarga bangsawan Aquino. Ayahnya ialah Pangeran Landulf dari Aquino dan ibunya bernama Countess Teodora Carracciolo. Kedua orang tuanya adalah orang Kristen Katolik yang saleh. Thomas, pada umur lima tahun diserahkan ke biara Benedictus di Monte Cassino agar dibina untuk menjadi seorang biarawan. Setelah sepuluh tahun Thomas berada di Monte Cassino, ia dipindahkan ke Naples. Di sana ia belajar mengenai kesenian dan filsafat (1239-1244).

Selama di sana , ia mulai tertarik pada pekerjaan kerasulan gereja , dan berusaha untuk pindah ke ordo dominikan , suatu ordo yg sangat berperan pada abat itu .

Keinginan nya tidak direstui orang tua nya sehingga ia harus tinggal di Roccasecca

Setahun lebih lamanya . namun , karena tekadnya pada tahun 1245 , Thomas resmi

Menjadi anggota ordo dominikan . sebagai anggota dominika , Thomas dikirim belajar pada universitas paris , sebuah universitas yg sangat terkemuka pada masa itu . ia belajar disana selama tiga tahun (1245-1248 ). Disinilah ia berkenalan dengan albertus magnus yg memperkenalkan filsafat aristoteles kepadanya . ia menemani albertus magnus memberikan kuliah di stadium generale di cologne , perancis , pada tahun 1248-1252 , pada tahun 1252 , ia kembali ke paris dan mulai memberi kuliah biblika ( 1252-1254 ) dan sentences , karangan petrus abelardus (1254-1256 ) di konven st.jacques ,paris .

 

Thomas ditugaskan untuk memberikan kuliah-kuliah dalam bidang filsafat dan teologia di beberapa kota di Italia, seperti di Anagni, Orvieto, Roma, dan Viterbo, selama sepuluh tahun lamanya. Pada tahun 1269, Thomas dipanggil kembali ke Paris untuk tiga tahun karena pada tahun 1272 ia ditugaskan untuk membuka sebuah sekolah Dominikan di Naples. Dalam perjalanan menuju ke Konsili Lyons, tiba-tiba Thomas sakit dan meninggal di biara Fossanuova, 7 Maret 1274. Paus Yohanes XXII mengangkat Thomas sebagai orang kudus pada tahun 1323.

3.        René Descartes

lahir di La Haye, Perancis, 31 Maret 1596–meninggal di Stockholm, Swedia, 11 Februari 1650 pada umur 53 tahun), juga dikenal sebagai Renatus Cartesius dalam literatur berbahasa Latin, merupakan seorang filsuf dan matematikawan Perancis. Karyanya yang terpenting ialah Discours de la méthode (1637) dan Meditationes de prima Philosophia (1641).Descartes, kadang dipanggil "Penemu Filsafat Modern" dan "Bapak Matematika Modern", adalah salah satu pemikir paling penting dan berpengaruh dalam sejarah barat modern. Dia menginspirasi generasi filsuf kontemporer dan setelahnya, membawa mereka untuk membentuk apa yang sekarang kita kenal sebagai rasionalisme kontinental, sebuah posisi filosofikal pada Eropa abad ke-17 dan 18. Pemikirannya membuat sebuah revolusi falsafi di Eropa karena pendapatnya yang revolusioner bahwa semuanya tidak ada yang pasti, kecuali kenyataan bahwa seseorang bisa berpikir. Dalam bahasa Latin kalimat ini adalah: cogito ergo sum sedangkan dalam bahasa Perancis adalah: Je pense donc je suis. Keduanya artinya adalah: "Aku berpikir maka aku ada". (I think, therefore I am). Meski paling dikenal karena karya-karya filosofinya, dia juga telah terkenal sebagai pencipta sistem koordinat Kartesius, yang memengaruhi perkembangan kalkulus modern. Ia juga pernah menulis buku berjudul Rules for the Direction of the Mind.

             4.        Immanuel Kant

Dia lahir di Königsberg, 22 April 1724 – meninggal di Königsberg, 12 Februari 1804 pada umur 79 tahun, dia adalah seorang filsuf Jerman. Karya yang terpenting adalah “Kritik der Reinen Vernunft”, 1781.  Dalam bukunya ini ia “membatasi pengetahuan manusia”. Atau dengan kata lain “apa yang bisa diketahui manusia.” Ia menyatakan ini dengan memberikan tiga pertanyaan: (1). Apakah yang bisa kuketahui? (2). Apakah yang harus kulakukan? (3). Apakah yang bisa kuharapkan? Pertanyaan ini dijawab sebagai berikut: (1). Apa-apa yang bisa diketahui manusia hanyalah yang dipersepsi dengan panca indria. Lain daripada itu merupakan “ilusi” saja, hanyalah ide. (2). Semua yang harus dilakukan manusia harus bisa diangkat menjadi sebuah peraturan umum. Hal ini disebut dengan istilah “imperatif kategoris”. Contoh:  orang sebaiknya jangan mencuri, sebab apabila hal ini diangkat menjadi peraturan umum, maka apabila semua orang mencuri, masyarakat tidak akan jalan. (3). Yang bisa diharapkan manusia ditentukan oleh akal budinya. Inilah yang memutuskan pengharapan manusia.

5.        Arthur Schopenhauer

Dia adalah seorang filsuf Jerman Schopenhauer lahir di Danzig pada tahun 1788. Ia menempuh pendidikan di Jerman, Perancis, dan Inggris. Ia mempelajari filsafat di Universitas Berlin dan mendapat gelar doktor di Universitas Jena pada tahun 1813. Ia menghabiskan sebagian besar hidupnya di Frankfurt, dan meninggal dunia di sana pada tahun 1860.

Dalam perkembangan filsafat Schopenhauer, ia dipengaruhi dengan kuat oleh Immanuel Kant dan juga pandangan Buddha. Pemikiran Kant nampak di dalam pandangan Schopenhauer tentang dunia sebagai ide dan kehendak. Kant menyatakan bahwa pengetahuan manusia terbatas pada bidang penampakan atau fenomena, sehingga benda pada dirinya sendiri (das Ding an sich) tidak pernah bisa diketahui manusia. Misalnya, apa yang manusia ketahui tentang pohon bukanlah pohon itu sendiri, melainkan gagasan orang itu tentang pohon. Schopenhauer mengembangkan pemikiran Kant tersebut dengan menyatakan bahwa benda-pada-dirinya-sendiri itu bisa diketahui, yakni "kehendak".

              6.        Karl Heinrich Marx

Lahir di Trier, Jerman, 5 Mei 1818 – meninggal di London, 14 Maret 1883 pada umur 64 tahun. Dia adalah seorang filsuf, pakar ekonomi politik dan teori kemasyarakatan dari Prusia. Walaupun Marx menulis tentang banyak hal semasa hidupnya, ia paling terkenal atas analisisnya terhadap sejarah, terutama mengenai pertentangan kelas, yang dapat diringkas sebagai "Sejarah dari berbagai masyarakat hingga saat ini pada dasarnya adalah sejarah pertentangan kelas", sebagaimana yang tertulis dalam kalimat pembuka dari Manifesto Komunis.

               7.        Friedrich Wilhelm Nietzsche

Lahir di Rocken dekat Lutzen, 15 Oktober 1844 – meninggal di Weimar, 25 Agustus 1900 pada umur 55 tahun. Dia adalah seorang filsuf Jerman dan seorang ahli ilmu filologi yang meneliti teks-teks kuno. Ia merupakan salah seorang tokoh pertama dari eksistensialisme modern yang ateistis.

8.        Jean-Paul Sartre

       Dia lahir di Paris, Perancis, 21 Juni 1905 – meninggal di Paris, 15 April 1980 pada  

      umur 74 tahun. Dia adalah seorang filsuf dan penulis Perancis. Ialah yang dianggap

      mengembangkan aliran eksistensialisme. Sartre menytakan , eksistensi lebih dulu

      ada disbanding esensi . manusia tidak memiliki apa – apa saat dilahirkan dan selama

      hidupnya ia tidak lebih hasil kalkulasi dari komitmen – komitmen nya dimasa lalu .

Karena itu, menurut Sartre selanjutnya, satu-satunya landasan nilai adalah kebebasan manusia (L'homme est condamné à être libre). Pada tahun 1964 ia diberi Hadiah Nobel Sastra, namun Jean-Paul Sartre menolak. Ia meninggal dunia pada 15 April 1980 di sebuah rumah sakit di Broussais (Paris). Upacara pemakamannya dihadiri kurang lebih 50.000 orang. Pasangannya adalah seorang filsuf wanita bernama Simone de Beauvoir. Sartre banyak meninggalkan karya penulisan diantaranya berjudul Being and Nothingness atau Ada dan Ketiadaan.

 

C. Periode-periode dalam filsafat barat

 

Filsafat barat dibagi menjadi 5 periodisasi yaitu :

 

1. Zaman yunani kuno (600 M – 400 M)

     Periode yunani kuno ini lazim disebut periode filsafat alam.periode ini ditandai dengan munculnya para ahli pikir alam seperti thales menyimpulkan air sebagai arche,Anaximander menyimpulkan bahwa sesuatu yang tidak terbatas sebagai asas mula kemudian anaximenes bahwa udara adalah asas mula,dan phytagoras menyatakan bahwa asas mula tersebut dapat diterangkan dengan menggunakan angka-angka,yang kemudian terkenal dengan dalilnya tentang segitiga siku-siku.puncak zaman yunani dicapai pada pemikiran filsafati sokrates,plato dan aristoteles.dimana arah dan perhatian pemikiranya kepada apa yang diamati di sekitarnya.mereka mencari asas yang pertama dari alam semesta yang sifatnya mutlak,yang berada di belakang segala sesuatu yang serba berubah.

       Pengertian filsafat pada saat itu masih berwujud ilmu pengetahuan yang sifatnya masih sempit.orang orang yunani memilki system kepercayaan,bahwa segala sesuatu harus diterima sebagai suatu kebenaran yang bersumber pada mitos atau dongeng.atau berarti juga suatu kebenaran lewat akal piker tidak berlaku,yang berlaku hanya sesuatu kebenaran yang bersumber pada mitos.

 

2. Abad pertengahan (300 m – 1500 m)

 

  Filsafat barat,pada abad pertengahan juga dapat dikatakan sebagai “ the dark age” atau abad yang gelap.karena pada saat itu manusia tidak lagi memilki kebiasaan untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya,karena pada saat itu tindakan gereja sangat membelenggu kehidupan manusia.para ahli pada saat itu juga tidak memilki kebebasan berpikir.ketika terdapat pemikiran pemikiran yang bertentangan dengan ajaran gereja,orang yang menemukakan akan dihukum berat.

 

     Pada abad ini terbagi menjadi tiga masa,yaitu :

1. Masa patristic

 Yang artinya para pemimpin gereja,pada saat itu terdapat dua golongan dari ahli berpikir,yaitu ahli pikir yang menolak dan ahli pikir yang menerima filsafat yunani.bagi mereka yang menolak berasalan karena telah memilliki sumber kebenaran yaitu firman tuhan,sedangkan mereka yang menerima berasalan karena tidak ada salahnya mengambil keduanya asal tidak bertentangan dengan agama.

2. Masa skolastik

Berasal dari kata sifat school yang berarti sekolah,jadi  skolatis berarti aliran yang berkaitan dengan sekolah.filsafat skolastik merupakan suatu system yang termasuk jajaran pengetahuan alam kodrat,yang akan dimasukkan kedalam bentuk sintesis yang lebih tinggi antara kepercayaan dan akal.

3. Masa peralihan

Masa yang berada dipenghujung abad pertengahan,yang mana pada masa ini terjadi peralihan yang diisi dengan gerakan kerohanian yang bersifat pembaharuan.pada masa ini ditandai dengan munculnya renaissance,humanism dan reformasi.

 

 

4. Abad modern (1500 m -1800 m )

  Abad ini dimulai sejak adanya krisi pada abad pertengahan selama dua abad yang ditandai dengan munculnya gerakan renaissance yang tujuanya ditekankan pada bidang keagamaan,yakni merealisasikan kesempurnaan pandangan hidup kristiani dengan mengkaitkan filsafat yunani dengan ajaran agama Kristen.

   Dalam era filsafat modern ini kemudian diteruskan dengan era filsafat abad ke 20 ditandai dengan munculnya berbagai aliran pemikiran seperti rasionalisme,empirisme,kritisisme,idealism,positivism,evolusionisme,materialism,dan lain sebagainya.

 

5. Abad kotemporer (setelah 1800 m)

 Pada abad ini terdapat dua aliran pemikiran filsafat yang dapat dikatakan masih baru,walaupun baru tapi pemikiran filsafat ini memilki pengaruh cukup besar bagi kehidupan masyarakat pada abadnya.ciri ciri pada abad ini yaitu desentralisasi manusia.

Desentralisasi adalah perhatian khusus terhadap bahasa sebagai subjek kenyataan kita sehingga pemikiran filsafat sekarang disebut logosentris.kedua aliran yang dimaksud adalah aliran filsafat analistis dan filsafat strukturalis,

1. Filsafat analistis

Dipelopori oleh Ludwig josef dan johan Wittgenstein(1989-1951).sumbangan terbesarnya yaitu filsafat adalah pemikiran tentang pentingnya bahasa.ia mencita citakan suatu bahasa yang ideal,yang lengkap dan dapat diberikan kemungkinan bagi penyelesaian masalah masalah kefilsafatan

2. Filsafat strukturalisme

j.lacan merupakan pelopor dari filsafat ini.menurut pemikiranya bahsa terdiri dari sebuah cermin yang ditentukan oleh posisi posisinya satu terhadap yang lain.

 

BAB 3

PENUTUP

                                                                   KESIMPULAN :    

  Filsafat barat  adalah sebutan yang digunakan untuk pemikiran pemikiran filsafat dalam dunia  barat atau occidental.pada umumnya filsafat terbagi menjadi dua bagian yaitu filsafat barat dan filsafat timur.dan filsafat barat beda dnegan filsafat timur atau oriental.

Permulaan dari sebutan filsafat barat ini dari keinginan untuk mengarah ke pada pemikiran atau filsafah peradabaan barat.

Tokoh utama filsafat barat antara lain plato,Thomas Aquinas,tene fescartes, Immanuel kant,Arthur Schopenhauer,karl heinrich marx,friedrich Nietzsche,jean-paul Sartre.

 

                                                                        DAFTAR PUSTAKA

Irmayanti Meliono, dkk. 2007. MPKT Modul 1. Jakarta: Lembaga Penerbitan         FEUI P. A. Van Der Weij. 1991. Filsuf-filsuf Besar tentang Manusia. Jakarta: PT.            Gramedia Pustaka Utama Vardiansyah, Dani. 2008. Filsafat Ilmu Komunikasi. Jakarta : Suatu Pengantar,      Indeks, Tjahjadi, Simon Petrus L. 2004, Petualangan Intelektual. Yogyakarta: Kanisius. Mudji Sutrisno dan F. Budi Hardiman. 2005. Para Filsuf Penentu Gerak Zaman.   Jakarta: BPK Gunung Mulia

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa Subscribe Bos Q