Mata Kuliah
Dasar-DasarIlmuPolitik:
Budaya dan Sosialisasi Politik
Program KOPI AKSES
Angkatan II Tahun 2021
Drs. Amri Yusra, M.Si.
Supported By:
Sponsored By:
Media Partner:WHY?
• Untuk memahami sistem politik, salah satu konsep penting yang
harus dipahami adalah sosialisasi dan budaya politik.
• Apa yang dipelajari dari kedua konsep ini? Misal: para pemikir politik
saat mengemukakan gagasan/pemikirannya. Hasil pemikiran tersebut
dipengaruhi oleh budaya politik yang berlangsung saat itu dan
sosialisasi politik yang dialaminya.
• Konsep budaya politik dan sosialisasi politik lahir dari Pendekatan
Tingkah Laku.
• Pendekatan Tingkah Laku bertujuan memahami perilaku politik
individu/kelompok/masyarakat.
• Perilaku politik dipengaruhi oleh budaya politik yang berlaku saat itu,
serta sosialisasi politik yang dialaminya.Budaya PolitikBudaya Politik (1)
Pengantar:
• Kebudayaan sesungguhnya merupakan unsur utama
dalam proses pembangunan diri manusia dan
masyarakat.
• Kebudayaan bisa menjadi unsur pendorong atau
penghambat proses pembangunan.
• Kebudayaan dituntut untuk memperbaharui dan
mengembangkan dirinya.
• Proses pembangunan manusia dan masyarakat
menuntut konsekuensi pembangunan
kebudayaannya.Budaya Politik (2)
Pengertian:
• Budaya politik merupakan pola tingkah laku individu dan
orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh
para anggota suatu sistem politik.
• Budaya politik adalah persepsi dan pola sikap manusia
terhadap berbagai masalah dan peristiwa politik serta terbawa
ke dalam pembentukan struktur dan proses kegiatan politik
masyarakat maupun pemerintahan (Kantaprawira, 1999)
• Budaya politik bisa dikatakan sebagai hasil pemikiran
manusia untuk mengatur kehidupan bernegara, sehingga
kehidupan bernegara dapat berjalan dengan teratur dan
tertata. Kita sebagai warga negara memiliki keterikatan
dengan budaya dan sistem politik di negara kita.Budaya Politik (3)
Latar Belakang munculnya Analisa Budaya Politik:
• Adanya pendekatan behaviouralis. Konsep budaya politik ini
muncul dan mewarnai wacana ilmu politik pada akhir Perang
Dunia II sebagai dampak perkembangan politik di Amerika Serikat
(AS). Setelah PD II selesai di AS muncul apa yang disebut sebagai
behavioural revolution dalam ilmu politik.
• Revolusi tingkah laku ini muncul karena:
Ø Dampak menguatnya mazhab positivisme dalam ilmu sosial yaitu
suatu paham yang meyakini bahwa ilmu sosial mampu
memberikan penjelasan terhadap gejala sosial seperti halnya ilmu
alam terhadap gejala alam.
Ø Berkembangnya kecenderungan para ilmuwan untuk melakukan
survey research yang beragam untuk memahami sikap, orientasi
dan perilaku masyarakat yang disertai dengan latar belakang
ekonomi, sosial dan politik.Budaya Politik (4)
Definisi Budaya Politik:
1. Gabriel Almond dan Sidney Verba
“Sikap individu terhadap sistem politik dan komponen-
komponennya; sikap terhadap peranan yang dapat dimainkan dalam
sebuah sistem politik. Budaya politik tidak lain merupakan orientasi
psikologis terhadap objek sosial –dalam hal ini sistem politik- yang
mengalami proses internalisasi ke dalam bentuk orientasi yang
bersifat kognitif, afektif, dan evaluatif.”
2. Lucian W Pye
“Satu kesatuan tingkah laku, kepercayaan dan sentimen-sentimen
yang memberi aturan dan arti terhadap suatu proses politik serta
memberikan anggapan utama dan aturan perilaku memerintah
dalam sistem politik.”
Dalam hal ini budaya politik merupakan:
oProduk sejarah kolektif dari sistem politik
oSejarah hidup anggota sistem politikBudaya Politik (5)
Budaya Politik mencakup:
1. Psychological Side;
bahwa budaya politik tidak bisa terlepas dari aspek psikologis
karena perilaku yang terbentuk merupakan manifestasi dari apa
yang dipikirkan, dirasakan dan diinterpretasikan oleh individu
dan masyarakat itu sendiri.
2. Peran nilai dalam aktivitas politik;
bahwa seluruh aktivitas manusia tidak dapat dilepaskan dari value,
batasan yang mengungkung pikirannya. Dalam aktivitas politik,
nilai dapat berperan dalam menentukan interpretasi individu
tentang pemerintah, moral politik dan sebagainya.Budaya Politik (6)
Ranney (1996) membedakan Budaya Politik atas:
1. Orientasi Kognitif (Cognitive Orientations)
Dimana setiap orang atau kelompok dalam sistem politik telah
memiliki pengetahuan dan juga kesadaran terhadap sistem
politik mereka.
2. Orientasi Politik (Political Orientations)
Mengacu pada perasaan yang khusus atau ikatan emosional
terhadap sistem politik seperti kecintaan atau respek, ketakutan,
dan lainnya.Budaya Politik (7)
Almond dan Powell membagi tipe-tipe Budaya Politik:
1.Budaya Politik Parokial (parochial political culture).
Tingkat partisipasi sangat rendah yang disebabkan faktor kognitif,
misalnya tingkat pendidikan rendah. Biasanya ada di sistem politik
tradisional dengan spesialisasi dan diferensiasi tugas yang masih
rendah.
2.Budaya Politik Subjek/kaula (subject political culture).
Masyarakat sudah relatif lebih maju baik aspek sosial maupun
ekonominya, namun masih bersifat pasif. Umumnya mereka
menerima segala kebijakan dan keputusan yang diambil oleh
penguasa politiknya.
3.Budaya Politik Partisipan (participant political culture).
Tipe ini ditandai dengan kesadaran politik yang sangat tinggi. Individu
sudah merealisasi dan menggunakan hak-hak politiknya, dan
meyakini bahwa mereka tetap memiliki arti dan peran bagi
berlangsungnya sistem (political efficacy).Budaya Politik (8)
Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan
budaya politik:
1. Identitas Diri
Ini sifatnya horisontal, tidak diperebutkan dan berkaitan dengan
pengakuan individu atas dirinya dan orang lain
2. Trust/Keyakinan
berhubungan dengan nilai-nilai yang dianut dan diyakini kebenarannya. Hal
ini akan mempengaruhi kepercayaan individu/masyarakat terhadap
pemerintah karena pandangan atas aktivitas politik berdasarkan pada
sudut pandng keyakinannya tersebut.
3. Interest/Kepentingan
setiap individu atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda.
Kepentingan ini turut mengarahkan orientasi seseorang dan cara
pandangnya terhadap suatu aktivitas politik.
4. Lingkungan
lingkungan mempengaruhi pola tingkah laku yang membentuk budaya
politik suatu individu atau masyarakat. Misalnya budaya politik masyarakat
pedesaan akan berbeda dengan budaya politik masyarakat perkotaan.Budaya Politik (9)
Permasalahan Budaya Politik di Negara Berkembang (Lucian W. Pye):
1. Elit dan Massa
Umumnya elit merupakan orang terdidik sedangkan sebagian besar
masyarakatnya masih relatif lebih rendah pendidikannya dan kurang
memahami lingkungan politik. Ini memunculkan adanya
kecenderungan pemaksaan secara ideologi dari elit politik kepada
rakyatnya.
2. Culture versus Technology
Teknologi sebagai nilai baru seringkali menimbulkan pertentangan
dengan kultur sebagai nilai lama yang dianut. Ini terkait dengan
ketidaksiapan masyarakat untuk menerima nilai baru.
3. Fragmented Political Cultures
Kasus Indonesia misalnya: Budaya Politik Jawa-Non Jawa (Liddle,
1996:65), Etnis Tionghoa vs Pribumi, Islam dan Non-Islam.Budaya Politik (10)
Kematangan Budaya Politik:
• Keadaan dimana budaya politik suatu masyarakat berada
dalam suatu tahap atau tingkat yang merupakan
prakondisi yang memungkinkannya berfungsi dengan
baik. Ini ditentukan oleh keserasian antara budaya
dengan struktur politiknya.
• S. E. Finer mengemukakan bahwa budaya politik yang
matang dicirikan oleh tingginya kebebasan pada
masyarakat dan rendahnya kekerasan dalam politik.Sosialisasi
PolitikSosialisasi Politik (1)
Definisi:
“Proses pewarisan nilai-nilai dari
generasi sebelumnya ke generasi
sesudahnya dan merujuk pada proses
proses pembentukan sikap-sikap politik
dan pola-pola tingkah laku.”Sosialisasi Politik (2)
2 hal yang harus diperhatikan mengenai sosialisasi politik:
• Sosialisasi politik berjalan terus menerus selama hidup
seseorang.
• Sosialisasi politik dapat berwujud transmisi dan
pengajaran yang langsung maupun tidak langsung.
1. Sosialisasi secara langsung melibatkan komunikasi informasi,
nilai-nilai, perasaan-perasaan mengenai politik secara eksplisit.
Contoh: mata kuliah kewarganegaraan.
2. Sosialisasi
tidak
langsung
yaitu
melalui
pengalaman
sosial
politik seseorang
yang dimulai
dari
masa
kanak
-kanak sampai
dewasa
tanpa
disadarinya
telah
membentuk
budaya
politik
dalam dirinya
.Agen-agen
Sosialisasi
Politik
1. Keluarga
2. Sekolah/Guru
3. Teman bermain
(peer group)
4. Tempat
bekerja/Kantor
5. Media massa
6. Kontak-kontak
politik
Sosialisasi Politik (3)Sosialisasi Politik (4)
• Awal (beginning) = usia 3-4 tahun
• Kanak-kanak (childhood) = 6-12
tahun
Anak-anak:
paling mudah mewariskan nilai-nilai dan membentuk sikap
dan tingkah laku yang dikehendaki
Remaja:
sosialisasi lebih sulit karena strata ini dalam tahap pembentukan
dan pencarian identitas diri serta nilai yang sesuai untuk
dijadikan pegangan hidup.
•Adulthood
•Old age
Dewasa:
paling sulit dilakukan karena dalam tahap ini nilai, sikap, dan
tingkah laku sudah terbentuk
Strata Sosialisasi PolitikSosialisasi Politik (5)
Mekanisme pengalihan elemen-elemen dalam sosialisasi politik:
• Imitasi yaitu peniruan terhadap sikap dan pola tingkah laku dari
individu- individu lainnya dan biasanya ini terjadi pada strata
anak-anak.
• Instruksi yaitu mengacu pada proses pencerahan diri dan tidak
terbatas pada proses belajar formal saja tetapi juga informal
dalam upaya pembentukan nilai, sikap, dan tingkah laku yang
dikehendaki.
• Motivasi yaitu trial and error. Dalam proses ini individu secara
langsung belajar dari pengalaman mengenai tindakan-tindakan
yang cocok dengan sikap-sikap dan opininya.Sosialisasi Politik (6)
Fungsi Sosialisasi Politik:
1. Transformatif;
yaitu mengubah atau mengalihkan nilai, sikap, dan pola tingkah laku
yang ada pada diri seseorang.
2. Kreatif;
yaitu menciptakan nilai-nilai baru pada individu atau masyarakat
sesuai dengan yang dikehendaki. Biasanya fungsi ini untuk
menciptakan suatu tatanan nilai yang baru.
3. Preservatif;
yaitu memelihara, menjaga dan melindungi nilai-nilai yang telah ada
dan terbentuk.Sosialisasi Politik (7)
Re-Sosialisasi Politik:
• Fungsi Transformatif dan Fungsi Kreatif Sosialisasi politik
biasanya merujuk apa yang yang disebut sebagai Re
sosialisasi Politik.
• Resosialisasi Politik adalah mengubah dan menanamkan
nilai-nilai baru untuk menghasilkan sebuah masyarakat
dengan tatanan nilai baru.
• Contoh:
1. Kuba pada awal pemerintahan Fidel Castro
2. Jerman Pasca Fasisme NAZISosialisasi Politik (8)
• Sosialisasi politik merupakan sarana untuk membentuk dan
mewariskan budaya politik kepada individu atau masyarakat
melalui agen-agen yang ada.
• Proses ini memiliki tingkat pengaruh yang berbeda-beda.
• Hal ini dikarenakan:
üKecocokan;
seberapa jauh individu merasa conform dengan lingkungannya.
Misalnya remaja lebih cenderung conform dengan peer-group
yang dimilikinya.
üJangka Waktu;
seberapa lama individu berada di lingkungannya. Misalnya di
Indonesia, individu biasanya lebih lama berada di lingkungan
keluarganya sehingga nilai-nilai yang ditanamkan keluarga mau
tidak mau sangat mempengaruhi diri seseorang terlepas apakah
seseorang itu merasa conform atau tidak dengan keluarganya.Referensi:
Austin Ranney, Governing: An Introduction to Political Science. New
Jersey: Prentice Hall, 1996), Chapter 3
Alfian, Politik, Kebudayaan dan Manusia Indonesia. Jakarta: LP3ES, 1982.
Alfian dan Nazaruddin Sjamsuddin (ed.), Profil Budaya Politik Indonesia.
Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti, 1991, Bagian 1 dan Bab 2.
Budiardjo, Miriam. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama, 2008.
Hague, Rod, Martin Harrop & Shaun Breslin, Comparative Government
and Politics: An Introduction. Chapter 1Terima Kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar